Bagaimanapun, Rumah Adalah Tempat Terbaik Untuk Kembali~

Tidak terasa waktu begitu cepat berjalan. Sebulan sudah aku menjauh. Aku sudah terlalu lama mendekam disini. Aku mulai terbiasa dengan kehidupanku yang seperti dulu sekarang. Yang hanya ada aku, buku-buku, dan tulisan-tulisanku.. Tanpa aktivitas yang berarti. Aku mohon maaf, Ann.. Mohon maaf sebesar besarnya. Mungkin selama ini akulah yang banyak salah. Aku yang egois atas semuanya. Aku hanya ingin melihat apa yang ingin aku lihat. Aku tidak ingin melihat apa yang tidak ingin aku lihat. Keegoisanku ini sangat berat untuk diampuni. Aku tahu itu. Tapi setidaknya, izinkan aku untuk berusaha lebih giat dari sebelumnya. Maafkan aku~

Aku sangat berterimakasih kau sudah mulai memperhatikanku dengan semua kesalahanku. Aku senang kalau kamu marah. Aku senang. Aku senang saat pesan singkatmu itu membuat mataku berair karena terpojok akan kesalahanku. Aku senang. Kau sudah mulai menutup kekurangan kami dengan komunikasi.

An~ aku sangat berterimakasih..

Mungkin untuk alasan sebenarnya dalam surat yang aku kirim beberapa hari lalu tidak akan pernah aku tuturkan padamu karena ini sangat sulit dan membuat hatiku terasa penuh hanya dengan memikirkannya. Bagaimanapun, keluarga tidak dibuat begitu saja. Rumah adalah tempat kembali yang terbaik. Dimana kita bisa menemukan orang yang bisa mengoreksi dn menasehati. Memberi tegguran keras yang menandakan kasih sayangnya yang berlimpah. Sesuatu yang tidak dikatakan memang tidak akan pernah dimengerti. Termasuk aku yang sekarang. Aku tak akan sanggup menceritakan semua. Hanya mungkin, tetaplah mengawasi dan memantau kegiatan kami dengan komunikasi. Aku sangat senang dengan kau yang beberapa hari ini, An.. Sangat senang..

Ya~ Aku akan pulang ke rumah… Rumah kita. Karena hanya disitulah aku bisa merasa nyaman dan hangat. Merasa aman dan dilindungi.Ternyata kita memang di gariskan menemph cara yang tidak biasa untuk berkomunikasi. Sama-sma canggung dan merasa tidak nyaman satu sama lain untuk memulai berbicara. Ketamakanku terlalu besar, hingga menutupi rasa sayangku pada hubungan kita yang sudah sejauh ini. Maaf.. Aku benar-benar minta maaf atas semua yang telah aku lakukan. Teruslah mengingatkan kami saat mulai jatuh dan tak terkendali. Jangan pernah lelah untuk bertanya.. Aku pun berdoa dan berusaha sekuat tenaga untuk lebih menekan rasa egoisku. Yang mementingkan diri sendiri. Yang tak mau mengerti arti berbagi. Ann.. Teruslah begini~

Aku sadar bahwa aku memang tak pernah bisa lepas dari jerat ini. Dari kasih sayang kalian yang membuncah. Karena itu..bantulah aku untuk berusaha lebih keras lagi di tahun terakhir kita..

Terimakasih, An~

Terimakasih banyak, saudaraku…

Aku sangat menghormati dan menghargaimu. Lebih dari yang kau pernah tau dari siapapun..

Jabat erat,

Shinta

*nangis juga aku nulisnya.. hiks…*

dasar cengeng.. :p

😀

>//< bahagia rasanya membayangkan kembali ke pelukan kalian..

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s