Terkadang Hingga Tanpa Ampun

Tidak masalah jika tersesat di jalan yang tanpa ampun

Mungkin sesuap nasi akan membimbing kita untuk kita bertahan setiap harinya

Yang sederhana dan seadanya

Tetapi sepertinya itulah intisari dari hujan, gelombang, dan lautan lepas

Serat dari sekumpulan kesetiaan, kejujuran, dan keikhlasan

Dalam perjalanan panjang menemukan keterbukaan pikiran untuk menuju secercah sinar dalam labirin masygul dunia

Angin musim kemarau sudah mulai bergelayut di teras rumah bambu kita

Dan berpesan pada burung yang bermigrasi bahwa

Keluarga yang diterjemahkan sebagai nafas dan semangat

Terkadang juga menjelma bagai bongkah batu besar, dengan tetes air yang konsisten ada padanya

Cello yang mengiringi lompatan dan teriakan kita di sepanjang bibir hutan perawan

Akan menjadi sejarah terbenamnya keangkuhan dalam genggam hangat perasaan yang meledak-ledak

Naskah hidup yang belum mencapai ujung ini

Terus tercetak dengan tinta biru asam dan garam tetes keringat mentari yang gersang

Tapi, walaupun demikian..

Sekali lagi kukatakan, tidak masalah jika tersesat di jalan yang tanpa ampun

Karena indah nuansa yang dinanti bukan dalam awal sebuah keberangkatan dan kepulangan

Tetapi dalam kesuksesan perjalanan panjang

Tentang bagaimana kita mengukir senyum dalam setiap langkah yang tak meredup

15 Maret 2011 @ Hospital. Rumah sakit punya karakter sendiri buat gue. Tempat yang paling romantis di sepanjang hidup yang tersisa ini.. ^^ Ketika nanti masa lajang ini usai, aku mungkin bisa meresapi lebih dari ini. Saat aku menyambut yang namanya sikap dewasa.. Suatu saat…suatu saat aku akan mengembannya..!

Pernah dimuat di Banjarmasin Post

One response to “Terkadang Hingga Tanpa Ampun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s