Istrimu Menggelitik Urat Syaraf

1 received message. Sms dari siapa pula ini, aku klik tombol read message. Dari no As (asing dan tak dikenal).

“Ga usah me sms macam-macam

Ke SUAMI ku

bilang saja kau ingin merusak

rumah tangga orang”

Huahahaha, ternyata sms dari salah satu personel group lawak istri-istri takut kehilangan suami. Kurasa memang benar demikian. Jika tidak mana mungkin dia mengirim sms seperti itu padaku. Menurutku, seorang isteri yang cemburu saat ada sms dari perempuan masuk ke Inbok suaminya itu wajar. Wajar dalam batas biasa-biasa saja, sekedar menunjukkan pada suami, misalnya “Sayang, ini sms dari mantan pacar kamu ya?, ko’ dia sms kamu, dia kangen mungkin ya sama kamu?” atau “Suamiku tercinta, mantan pacar kamu ini kelihatannya masih ga bisa ngelupain kamu, menurutku wajar sih Sayang, karena, apapun yang berhubungan dengan kamu selalu mengesankan?”. Dengan uangkapan seperti itu rasanya lebih mengasikkan karena bisa berujung pada percumbuan yang sangat menggairahkan. Bagaimana tidak,,, dan jika suami menjawab pertanyaan tersebut dengan “Sayang, jangan terlalu diambil pusing tentang itu, bukankah walau bagaimanapun dia mengangeni aku, sekarang aku berada dalam peluakanmu, dan akan selalu disisimu selamanya, karena aku lebih memilihmu daripada dia” atau sang suami akan berkata “ meski aku adalah segala-galanya bagi perempuan lain, kamu adalah segala-galanya bagiku, u are my world”…. Percakapan akan berlanjut dengan dibumbui sedikit kecembuaruan yang memabukkan dan rayuan yang membangkitkan libido masing-masing pasangan. Bukankah jika berakhir seperti itu sang pengganggu justru hanya akan menjadi bumbu penyedap skarang. Bukankah seharusnya para pasangan yang saling mencintai mengucapkan terimakasih pada orang ketiga dari pihak manapun, karena hal itu bisa menjadi perekat cinta kalian para pasangan yang sangat berbahagia. Bijaklah sedikit dalam bertindak. Jangan keburu nafsu.

Hahahaha, apapun itu, sebenarnya tergantung dari pihak yang merasakan, aku sebagai pihak yang mengganggu hanya mengeluarkan sedikit pembelaan terhadap diriku sendiri, yang ternyata memang masih mencintai seorang laki-laki yang sekarang sudah menjadi suami perempuan yang mengirim sms padaku dan bunyinya sperti diatas dan ternyata itu kamu. Kata-katamu menggelitik urat syaraf tertawaku. Menggelikan bagiku tentu saja.

Huah,,,seberapa pesarnyapun cintaku pada suamimu, aku BELUM berniat menghancurkan rumah tanggamu, karena apa? Karena aku sangat tau bagaimana sakitnya hati ini jika tidak bisa memiliki apa yang dicintai dan aku tidak ingin dia orang yang kucintai merasakan hal yang sama yang pernah aku rasakan. Walau bagaimanapun dia adalah suamimu, dia memilihmu, dan dia mencintaimu!!! Kau sudah memenangkan hatinya. Bagaimana aku bisa tega membiarkan orang yang paling kucintai terluka, menderita, dan sengsara karena berpisah dengan orang yang paling dicintainya, dan sialnya itu adalah kamu. Jadi sekarang aku masih, memutuskan untuk menjadi wanita yang sangat baik hati, dengan tidak mengganggu hubungan kalian secara lebih keras lagi adalah demi dia. Meski melakukan hal yang sebaliknya adalah sesuatu hal yang sangat menggoda bagiku. Andai kau jadi aku, what do u do?

Ditinggalkan olehnya adalah hal yang paling menyakitkan bagiku. Seperti lagu Ungu “pernahkah kau merasa hatimu hampa, pernahkah kau merasa hatimu kosong”. Persis seperti itulah yang kurasakan. Pesaraan tak ber perasaan, membingungkanmukah kata-kata itu. Membaca sms dariku untuk suamimu saja kau sudah bereaksi seperti itu, cemburu dan geram. Marah tentu saja. Karena dia, suamimu, orang yang paling kau cintai (mungkin) berusaha untuk digoda seorang wanita yang tak kau kenal. Dalam konteks pembicaraan ini kita kesampingkan dulu status siapa yang istri siapa dan siapa yang suami siapa. Kita berbicara tentang dua orang wanita yang sama-sama mencintai satu orang pria yang sama. No comment. Hanya itu yang ingin kubahas. Kau geram, marah padaku. Bagaimana dengan aku. Bukan hanya marah dan geram. Tapi juga sakit sejadi-jadinya. Saat membayangkan dia menatapmu dngan tatapan tajamnya, kau mungkin akan mengagumi indahnya warna matanya dan alisnya yang tebal, saat disentuhnya, mungkin kau sangat menikmati betapa sejuta energi cinta disalurkannya lewat belaian itu, saat bibirmu dikecup olehnya, kau pasti merasakan betapa manisnya dan lembutnya bibir itu, dan ada cinta yang begitu nyata mengalir dari kecupan itu dan menyatukan kalian berdua. Betapa terajamnya hatiku. Sakit.sakit.sakit. sakit sampai keujung jari. Nyeri dan ngilu meremukkan sendi-sendi kesadaranku. Pernahkah kau sekali saja dan jawabannya tentu dan pasti saja tidak, membayangkan berada diposisiku. Sekarang kau harus membayangkannya.

Aku bukan pujangga yang lihai seperti kahlil gibran yang mampu mengunggkapkan setiap ekspresinya dengan kata-kata. Aku hanya wanita yang merasa sangat iri denganmu.

Dia milikku slama tiga tahun, dan masih menjadi milikku 3 bulan sebelum pernikahanmu. Entah pesona apa yang kau miliki, sehingga dia memilihmu, dan balik kanan dari hadapanku. Hanya dia yang tau, dan aku ingin tau jawaban itu darinya. Slama tiga tahun bersamanya, aku sudah menyakinkan diriku sepenuhnya bahwa dia milikku dan selamanya milikku. Pemujaannya padaku, membuatku tak menyisakan sedikit ragupun dihatiku akan cintanya. Hingga tiba saat menyakitkan itu, saat dia berkata padaku, bahwa dia sudah memilihmu dan mendepakku dari kisi-kisi hatinya. Aku ingin kau tau aku sakit, meski aku tau kau tak peduli. Aku ingin memperingatkan satu hal padamu, jangan pernah membenciku, hanya karena aku mencintai suamimu. Bukankah, aku yang lebih dulu mencintainya, meski akhirnya dia memilihmu.

Saling membenci bukanlah solusi yang terbaik buat kita berdua. Tidakkah pernah terpikir olehmu untuk berbagi suami denganku. Andai kau mengerti aku, andai kau sebijaksana aku, andai kau selogis aku, dan seandainya pemahamanmu tentang poligami sedalam aku. Aku yakin bukan aku yang pertama menyelipkan ide “berbagi suami “ ini, tetapi justru kau. Sayangnya aku yakin kau tidak seintelektual aku dalam hal memahami makna “poligami”.

Hidupmu tanpa dia adalah layu, hidupmu tanpa dia adalah kering, bagiku juga sama. Dia pernah mencintaiku sepenuh hati, jadi tidak menutup kemungkinan dia akan bisa kembali mencintaiku, andai saja kau membuka sedikit lubang angin bagiku.

Wanita sinting, gila, tak punya otak, syaraf,dll. Mungkin itu yang ada dipikiranmu tentang aku. Tak masalah, aku Cuma menyampaikan sekelumit ideku padamu. Aku rasa, jujur pada perasaan sendiri dan berani menyatakan keinginan bukanlah tindakan yang perlu di cela. Apalagi secara berlebih-lebihan seperti itu. Stay cool!, Calm down Beib,,,

Penawaran pertama maukah kau berbagi suami denganku. Jika hati dan pikiranmu masih buta dan tertutup. Akan aku katakan padamu “ biarkan aku menggoda suamimu lagi, dan lagi”.

Aku bukanlah wanita yang takut terjebak dalam kenistaan, aku hanyalah wanita yang tidak ingin menyakiti hati orang yang kucintai dan hati itu adalah hati suamimu. Jika aku melakukan sedikit permainan dengan ritme yang erotis. Mengalun lembut, dan kemudian menghentak dengan gembrakan sekali tangkap. Dia akan menjadi milikku lagi. Laki-laki adalah kaum lemah yang mudah tergoda. Nafsunya gampang meledak. Tanpa sadar dia mulai memikirkan “aku” lagi.

Maukah kau berbagi suami denganku, penawaran ke dua. Aku sudah berbaik hati menawarkan ini padamu. Aku tak ingin menjahatimu, dan membuatmu terabaikan dalam permainan ini. Jika jawabanmu tetap tidak. So,,,siap-siap mengangkat senjata dan perperang melawanku. Ikuti alur permainanku. Playing games!

Tutup mulut, jangan mencaciku lagi, dan mulailah berpikir. Itu tindakan terbijak yang harus kau lakukan menurutku. Saat ini.

Aku akan memberikan penawaran ketiga disaat aku sudah mulai merasa detik-detik menegangkan dan menguntungkan menjadi milikku.

 

 

 

 

^_^

2 responses to “Istrimu Menggelitik Urat Syaraf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s