Kenapa Kautaruh……? – WS Rendra

(1) Kenapa kau taruh mawar-mawar berduri
di atas susumu?
Suatu pemandangan yang luar biasa.
Tapi kenapa?

(2)”Aku taruh mawar-mawar berduri
sebagi protes kepada wartawan.”
Sejak aku meninggalkan Rangkasbitung
dan lalu menjadi None Jakrta,
para wartawan potret
suka mengincar dadaku.
Selanjutnya selama berminggu-minggu
setiap koran dan majalah
keranjingan dadaku
Bahkan sebuah majalah yang mabuk
memuat seabrek gambar dadaku
dengan diiringi syair yang berjudul:
“Bernaung dibawah dadamu,
ini namanya inflasi susu!”
(3) “Ini terlalu!
Ada banyak masalah wanita
kecuali dadanya.
Para buruh wania masih kurang terjamin haknya.
Metode keluarga berencana
terlalu mengorbankan wanita.
Wanita nakal disebut tuna susila.
Lelaki nakal disebut Sang Arjuna.
Surat izin usaha penerbitan
bukan sekedar nasi goreng di pinggir jalan.
Di dunia ini banyak mulut diplester.
Dan ia yang boleh bicara,
bukan membela mereka
yang dianggap sampah jalanan
tetapi malah ngomyang tentang dada dan paha.

(4) Oplah! Oplah! Omset! Omset!
Sehari suntuk
begitu saja ngelindurnya penerbitan.
Terkepung materialisme
bukannya mengerahkan daya sukma.
Dihadang pantat pasar
bukannya mengerahkan daya cipta
Tapi malahan molor air liurnya.
Otak mabuk hilang akalnya.
Kayak dunia materi tidak ada positifnya.
Memangnya materi tidak bisa ngongkosi martabat?
(5) Bukankah pasar tidak sekedar
punya perut dan pantat?
Bukankah ia juga ada otaknya?
Dan otaknya bukankah juga perlu mutu?
Oplah! Oplah! Omset! Omset!
Dasar wawasannya cuma sampai di situ!

(6) “Dan kalau oplahnya sudah besar,
wartawan-wartawannya bergaya sok kuasa.
Bersikap sak enaknya
terhadap wanita dan orang swasta.
Coba terhadap penggede yang berkuasa!
“Mawar-mawar berduri di dadaku ini
adalah protes bagi martabat manusia.”
(7) Maaf, Nak, None Jakata,
yang tahu-tahu berasal dari Rangakasbitung.
Aku sudah tua.
Masuk laut kena garam,
masuk kuali kena asam.
Itu mawar-mawar berduri
ditaruh di situ itu,
jangan-jangan malah membuat salah sangka.

(8) “Terhadap wanita lelaki selalu salah sangka.
Wanita cantik disangka sekadar pemandangan.
None Jakarta disangka kue ulang-tahun
yang bisa diiris dan dibagi-bagi.
Kewanitaan dan kecantikanku
selalu menjadi beban.
Sekarang aku akan mengubahnya
sehingga menjadi alat perjuangan.
Tidak sekedar mawar-mawar berduri.
Aku pun memelihara dengan teliti
kuku-kuku yang sedang panjangnya.
Bukan sekadar hiasan kecantikan
tetapi senjata yang bisa mencakar.
(9) Wahai, adik dengan mawar berduri.
Untukmu aku berdoa.
Bagaimanapun kuat hatimu,
rasa cemasku tetap ada.
Kami rakyat kecil, cuma bisa berdoa.

(10) Wahai, para ibu dan mbakyu-mbakyu,
selalu berdoa tidak ada jeleknya.
Keadilan alam yang akan menjelma
dalam rezeki, hidup-mati, dan jodoh kita,
memang atas kehendak Yang Mahakuasa.
Kita hanya bisa bertakwa.
Tetapi keadilan di dalam masyarakat,
kita menusia harus menciptakannya.
(11) “Di dalam rimba tidak ada hak
yang ada cuma kepastian.
Tetapi di Jakarta, atau di mana saja
manusia hidup bersama
setiap orang harus ada haknya,
biarpun ia lemah, miskin, berdosa,
atau wanita.
Begitulah keadilan antarmanusia.
Jalanan kota Jakarta berdebu.
Setiap kemegahan menciptakan kekumuhan.
Setiap kejayaan menciptakan gelandangan.
Begitulah selalu akan terjadi
bila pembangunan berjalan
tanpa keadilan

(12) “Mawar-mawar berduri di dadaku,
ada juga ini kuku-kuku,
adalah bahasa untuk berkata:
Janganlah ada orang yang mengangkangi hak
hanya untuk dirinya.
Sebab biarpun aku wanita
aku menolak untuk tidak berdaya
Aku menolak
untuk sekedar melelehkan air mata.
Aku punya duri.
Aku punya kuku.
(13) Buah hatiku,
indung-indung disayang.
Setangkai wawar berduri
di atas dada kekasihku
menimbulkan rasa terkesiap
di dalam kalbu

(14) “Abang kekaksihku.
Cintaku manap.
Untukmu seorang tertancap.
Tetapi setangkai mawar berduri ini
adalah lambang kedaulatanku.
Bojong Gede, 6 Nopember 1990

2 responses to “Kenapa Kautaruh……? – WS Rendra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s