Mengungkapkan Gagasan Utama/Pokok Tiap Paragraf

MATERI PEMBELAJARAN SISWA KELAS IX SMP/MTS.

SESUAI DENGAN PERMENDIKNAS NO. 34 TAHUN 2007

TANGGAL 7 NOVEMBER 2007

TAHUN 2008

 

Membaca

Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, table, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama)

  1. Gagasan Utama Paragraf (4×45 menit)

Mengungkapkan Gagasan Utama/Pokok Tiap Paragraf

Setiap paragraf yang baik pasti memiliki satu gagasan pokok. Gagasan pokok itulah yang diuraikan dalam setiap paragraf. Pada saat seseorang membaca sebuah teks, Ia harus menemukan gagasan utama setiap paragraf. Pada dasarnya, gagasan utama sebuah paragraf adalah masalah apa yang dibicarakan dalam paragraf itu. Secara sederhana, seseorang akan dapat mengungkapkan gagasan utama sebuah paragraf apabila yang bersangkutan menjawab pertanyaan “Apa yang diungkapkan dalam paragraf itu?” Jawaban atas pertanyaan ini yang secara hakiki merupakan gagasan utama sebuah paragraf.

Di dalam paragraf, gagasan utama terdapat dalam kalimat utamanya. Kalimat utama berarti kalimat yang menjadi pokok pembicaraan dalam paragraf. Pada umumnya kalimat utama terletak di awal, akhir, atau akhir sebuah paragraf.  Jadi, jika ingin mencari gagasan utama, carilah dulu kalimat utamanya saja. Jika sekiranya pikiran utamanya terletak pada akhir paragraf berarti kalimat utamanya berada pada akhir paragraf pula. Jadi jelaslah bahwa kalimat utama tempat beradanya gagasan utama.

Kegiatan Pembelajaran:

  1. Tentukan gagasan utama semua paragraf!
  2. Kerjakan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 3 – 4 orang
  3. Laporkan hasil kerja kalian di depan kelas dalam bentuk diskusi kelas
  4. Buatlah laporan atau ringkasan pada akhir diskusi kelas

Sebuah paragraf yang merupakan ungkapan gagasan yang utuh dan terpadu pada hakikatnya dapat disusun dengan beberapa cara. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Paragraf diawali dengan kalimat atau topik/kalimat utama

Paragraf semacam ini lazim dikenal dengan nama paragraf deduktif

Contoh:

Perjalananku ke Amuntai benar-benar berkesan. Oleh sebab itu, selama dalam perjalanan aku tidak merasa lelah. Setelah sampai di rumah, kelelahan itu baru terasa. Aku pun ingin istirahat.

  1. Paragraf diakhiri dengan kalimat topik/kalimat utama

Paragraf semacam ini dikenal dengan paragraf induktif

Contoh:

Setiap orang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga. Tak seorang pun yang tidak mengalami kehidupan di dalam keluarga. Pemeliharaan dan pembinaan seorang anak adalah perwujudan cinta kasih orang tua.

  1. Paragraf yang diawali dan diakhir dengan kalimat topic/kalimat utama

Paragraf semacam ini lazim dikenal dengan nama paragraf campuran (deduktif – induktif)

Contoh:

Belajar adalah kewajiban setiap siswa. Dengan rajin belajar, maka siswa akan dapat mudah memahami apa yang diajarkan oleh guru di sekolah. Bila apa yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh setiap siswa, nilai yang diperoleh pun akan tinggi pula. Itulah dampak rajin belajar bagi siswa.

Sumber: LKS Jembatan Menjadi Siswa Aktif  Belajar KTSP Kalsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s