Mengungkapkan Unsur Intrinsik Novel

MATERI PEMBELAJARAN SISWA KELAS IX SMP/MTS.

SESUAI DENGAN PERMENDIKNAS NO. 34 TAHUN 2007

TANGGAL 7 NOVEMBER 2007

TAHUN 2008

 

Mengungkapkan Unsur Intrinsik Novel (4 X 45 menit)

Unsur pembangun novel

Memahami isi novel bisa dilakukan dengan membaca isi cerita tersebut dengan penuh penjiwaan. Untuk bisa memahami atau menjiwai isi sebuah cerita terlebih dahulu kita harus mempelajari 2 faktor yang membangun karya sastra itu sendiri, yaitu:

  1. Faktor intrinsik, yaitu faktor yang mempengaruhi sebuah karya sastra itu dari dalam. Faktor ini terdiri dari tema, penokohan, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa.

Tema adalah pokok permasalahan yang menjiwai sebuah cerita.

Alur adalah jalannya sebuah cerita.

Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa.

Penokohan adalah gambaran waktak tokoh dalam cerita.

Amanat pengarang adalah pesan pengarang yang disampaikan dalam cerita.

Sudut pandang adalah tinjauan terhadap peran pengarang dalam cerita.

Gaya bahasa adalah segala bentuk cara penyampaian dalam bahasa yang tujuannya untuk memperindah bahasa.

  1. Faktor ekstrinsik yaitu faktor yang mempengaruhi karya sastra itu dari luar. Misalnya: siapa pengarang cerita, keadaan masyarakatnya, latar belakang sosial budaya dan politik serta zaman karya itu dikarang.

Riwayat hidup sedikit banyak sedikit banyak pasti akan mempengaruhi pandangan-pandangan dan pemikiran pengarang yang tercurah dalam karya sastranya. Banyak yang bisa kita jadikan contoh, misalnya para pengarang Angkatan Pujangga Baru senang menampilkan kesedihan sambil menampilkan kesedihan atau melukiskan cinta, baik dari sisi kebahagiaan maupun dari sisi kedukaan.

Sebuah karya sastra yang ada bisa saja bersumber dari imajinasi kehidupan pengarangnya.

Sedangkan latar belakang sosial budaya merupakan asal-usul, kesukuan dan daerah asal penyair.

Latar belakang sosial budaya akan berpengaruh dalam bentuk totalitas puisi yang diciptakan.

Akibatnya sebuah karya sastra bisa dilatarbelakangi budaya Jawa, luar Jawa dan luar Indonesia.

Masalah zaman karya sastra itu dikarang, akan memberikan cirri khas karya sastra yang dikarang.

Para pujangga yang menyusun karya pada tahun 20 – 30-an lebih dominan dalam bentuk roman, sedangkan pada tahun 30 – 40-an dalam bentuk novel.

Untuk mengungkapkan unsur intrinsik sebuah novel, kalian tidak diminta membaca ringkasan atau sinopsis novel, tetapi membaca novel secara utuh. Untuk melakukan kegiatan ini kalian diberi waktu yang cukup lama, karena:

  1. Kalian harus mencari sebuah novel terbitan tahun 2000 ke atas.
  2. Kalian harus membacanya sampai tuntas.
  3. Kalian membuat laporan pengungkapan unsur intrinsik novel secara tertulis.
  4. Kalian harus melaporkannya di depan kelas dalam bentuk diskusi.
  5. Kalian melaporkan hasil diskusi kepada guru mata pelajaran.

Sumber: LKS Jembatan Menjadi Siswa Aktif  Belajar KTSP Kalsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s