Laki-Laki Lain.

Kau datang dengan marah yang tertahan. Aku melihat dan merasakan betapa besarnya amarah yang kau tahan untukku. Awam sepertiku tak tahu seberapa besar sayang dan geram yang tertahan di hatimu. Tak pernah kau detilkan sayangmu. Tak juga kau pernah bisa marah kepada perempuan sepertiku. Kau katakan tak tega dan tak bisa untuk marah padaku. Aku merasakannya. Juga memahaminya. Aku merasakan kasih sayang yang begitu besar untukmu dari hatimu. Entah itu firasat yang salah, aku pun tak benar-benar tahu. Aku tak bisa membaca hati. Aku hanya merasakan ungkapan hatimu yang terus kau tahan.

Mungkin benar bahwa kau telah lama berada dalam fikiranku. Dan beberapa waktu terakhir aku mengungkapkan padamu bahwa aku akan belajar mengikhlaskanmu. Walau kau belum beristri. Begitu susah, memang, aku akui. Namun, keikhlasan ini lebih besar untuk aku perjuangkan demi diriku sendiri.

Yang kau harus tahu, tidak ada lelaki lain, yang baru, yang berhubungan denganku, dalam pesan dan kehidupan nyataku sebagai penggantimu. Kau tidak aku pizinkan untuk mengakses bebas telepon genggamku karena aku tidak ingin kau membaca pesan dari Eonni. Yah..perempuan yang dengan semena-mena kuanggap sebagai kakak dan saudara jauh itu. Seseorang yang membuatku bingung antara jealous dan sayang. Dia yang ada di masa lalumu tidak bisa kujadikan alasan untuk aku membencinya. Aku tidak berhak menyalahkan masa lalu kalian. Hanya saja cemburu ini terlalu besar ketika aku ingat tentang perempuan itu, ketika melihat nama perempuan itu, ketika mendengar nama perempuan itu, ketika terlontar kisah mengenai perempuan itu, dan ketika orang-orang bertanya tentang perempuan itu. Ia yang ada di masa lalumu itu, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sungguh jahat kalau aku harus membencinya. Dan ketika aku ingin membencinya, aku tidak bisa. Aku berbalik menjadi sayang padanya. Aku yang terlahir semata wayang ini, tak pernah bisa membuang seserang yang kukenal, siapapun dia, karena aku anak tunggal. Perempuan yang tak pernah kau ceritakan itu, perempuan yang banyak meninggalkan kisah di hidupmu itu, aku tak pernah tahu. Aku sudah faham. Menerima itu semua dan merangkumnya menjadi satu kata, IKHLAS.

Sejauh ini, kufikir, 19 jam dari pembicaraan kita kemarin, aku merasakan benar apa yang kau fikirkan. Seolah-olah dari lirik-lirik lagu yang menyertai harimu, juga keluaran dari reaksi golongan darahmu yang aku faham benar itu bagaimana, seolah-olah membuntutiku dengan kalimat “ada lelaki lain selain aku”. Memang ada. Hanya saja tidak seperti hubungan kita.

Untuk usia yang sebanyak ini, bukankah yang kuinginkan hanya satu? Kepastian. Dan aku yakin kau tahu benar tentang itu. Aku berbagi dan bicara banyak mengenai masa depan. Juga berbincang seolah-olah masa depan akan kami laksanakan bersama. Namun hubungan kami tak sejauh apa yang kau fikirkan. Ia tahu aku masih punya kamu. Kamu yang tak tahu akan dibawa kemana hubungan kita ini nanti. Ia juga sedang memikirkan tanggung jawabnya sebagai kakak terhadap adiknya yang baru masuk kuliah terkait biaya dan sebagainya. Merokok di rumah dan bicara ke sana kemari dengan tidak karuan. Hanya menghabiskan waktu berdua untuk tertawa. Menertawakan hal-hal di luar sana yang tidak jelas.

Hal ini, semuanya bisa kau rangkum sendiri apakah ada laki-laki lain ataukah tidak. Kau anggap dia lelaki baruku atau apa. Aku serahkan semua prasangka penuh di tanganmu. Yang jelas, hatiku kosong. Sudah tidak ada kau atau seseorang yang baru. Allah saja yang Maha Mengerti aku. Dan Dia cukup menonton saja apa yang aku lakukan di bumiNya ini. Malam minggu ini, itu saja yang bisa aku muntahkan di rumah maya ini.

Regards

Shinta
KWKS, 07.10pm
09.28.2013

nb. Oppaku bilang, sayang katanya kalau blog ini ditinggalkan. Yasudah, aku kembali saja. Tetap di sini saja maksudnya..hhehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s