Menjadi Ibu. Tanggungjawab Seorang Ibu.

Semangat pagi!😀

Pagi-pagi begini disajikan redaksi yang bikin otak jadi berfikir banyak hal. Satu pertanyaan pasti yang muncul: “APA YANG BELUM KUSIAPKAN DAN KUPELAJARI?” Ahh..peliknya. Jadi begini.. Barusan, setelah streaming 7th Grade Civil Servant, tiba-tiba pengen buka jejaring birunya Mark. Entah ada perasaan apa jadi pengen lihat stat yang terpampang di beranda. Kemudian, ga lama dari itu, memang ada stat yang ‘cerdas’.. Ummm mungkin bukan cerdas. Tapi membuatku banyak berfikir.Aku kenal dengan perempuan yang mengunggah status ini. Dia 1 tahun kurang 1 hari lebih muda dariku. 25 Juli 1990 dan 26 Juli 1989. Dia satu sekolah dengnku saat duduk di bangku putih-biru. Sekarang, deongsaeng yang satu ini sudah mempunyai putri yang begitu cantik..

Isi statnya gini:

“Km bilang aQ gak $ąªªªўāªªªăñќ sm anak Q,,km tau apa tentang aQ tentang rasa Q… Km tidak tau rasanya aQ cape kerja waktu hamil berangkat pagi pulang malam cari duit buat cek dan beli obat k dokter agar anak dlm perut Q sehat selalu,,Km tidak pernah tau rasa ketika aQ hamil dihianati aQ berusaha tidak stress hanya untuk kesehatan anakQ ¥g ada ∂ï dlm perut,,km tidak pernah tau rasanya sesakit apa aQ berjuang melahirkan anakQ selama 26 jm,,km tidak pernah tau lelahnya aQ menjaga ank Q sendirian malam begadang siang ketika ank Q tidur aQ melakukan pekerjaan rumah,,km tidak pernah tau susahnya aQ mendapat hak” untuk anakQ ketika proses perceraian,,km tidak pernah tau sulitnya aQ cari pekerjaan hanya untuk menjamin masa depan anak Q lebih baik,,km tdk penah tau sakitnya aQ besilaturami dengan orang ¥g menyakiti aQ Άʊ hanya untuk ANak Q agar dia sama seperti anak ¥g lainya merasakan kasih $ąªªªўāªªªăñќ ayahnya walaupun tak sepenuhnya.aQ kerja sambil kul buat apa supaya aQ bisa mencari pekerjaan tetap untuk menjamin masa depan anakQ lebih baik lagi biar anak Q bangga bundanya juga pintar punya pendidikan,aQ ikut asuransi pendidikan buat apa agar klo aQ sakit atau meninggal atau pun sehat biaya pendidikan anakQ terjamin sretidaknya anakQ umur 10 tahun punya tabungan pendidikan cukup biaya kul sampe S2. Apa Άʊ tidak cukup bukti klo aQ menyayangi anakQ.Km memang melihat tp apa ¥g km lihat pun tidak selama 24 jm,,km memang tau tp tidak merasakan semoga hidup mu selalu nyaman,∂ ï sehatkan badan,∂ï murahkan rejeki sehingga km tak merasakan sesusah apa ¥g aQ rasakan. يــــــــــــــــــــنَ ”

….. aku langsung nangis.. hhuhu😥

_pending dulu ngetiknya_____

Aku mendengar kabarnya menikah saat pertengahan kuliah dulu. Lama lost contact dan akhirnya bertemu di jejaring sosial Mark. Saat kami mulai berhubungan lagi, kudengar dia sudah mempunyai putri. Yah..kalau sudah ada putri, tentu ada ayah biologisnya. Dan aku tidak ingin bertanya banyak tentang suaminya itu. Cukup tahu bagaimana dia dan perkembangan putrinya saja, aku rasa itu cukup..🙂 Dan memang benar, aku tidak tahu banyak tentang dia hingga stat ini muncul. Hhhh..memang bener ternyata. Tanpa pengalaman, seseorang tak akan dapat bicara banyak. Dari sebuah pengalaman pula, seseorang akan mampu menuturkan pengalamannya itu dengan penuh inner. Bahkan menuliskannya. Bukan seperti menceritakan pengalaman orang lain. Tapi ia merangkaikan kata demi kata untuk menggambarkan detail dari apa yang sudah Ia lalui.. Ia terasah oleh asam garamnya hidup. Memang..ada beberapa orang yang mampu dengan sangat baik menuturkan cerita orang lain. Beberapa di antara kita juga mampu menuliskan pengalaman orang dengan baik. Tapi perlu di ingat..tidak semua orang. Tidak semua orang mampu melakukan hal itu. Ahhh..aku belum merasakan apa yang sudah Ia rasakan..

Okee.. Ada beberapa hal yang pengen aku bahas dari tulisan dia ini.
1. Belajar psikologi itu penting. Seseorang itu ga akan bisa baca perasaan terdalam dari orang lain.. *kecuali punya ilmu gaibnya..hhehe*
Redaksinya didapat dari ini:

“Km bilang aQ gak $ąªªªўāªªªăñќ sm anak Q,,km tau apa tentang aQ tentang rasa Q… ”

Ohhh..aku ga bisa bayangin kalau suamiku bilang gitu.. *cari pentungan* hhehe gw mw pukulin dia..kkkkkk

Hei! Kita ga akan pernah bisa baca perasaan orang lain atau orang yang terdekat dengan kita. Perasaan mereka yang berada jauuuh di dasar hatinya. Beberapa waktu terakhir, aku belajar dan dicekoki pelajaran psikologi. Awalnya mendengar pembicaraannya saja. Namun, kemudian aku sadar bahwa aku harus mempelajarinya. Bukan karena apa. Mencelupkan diri ke dunia psikologi bagiku adalah hal yang seharusnya dilakukan sejak lama. Mengapa? Karena dengan mempelajari ilmu itu, kita akan belajar bagaimana memposisikan diri dan perasaan kita atas tingkah dan perilaku orang pada kita. Saat ini, mungkin hanya dua jenis yang aku pelajari. Tentang 4 sifat dasar manusia (Sanguinis, Phlegmatis, Melankolis, dan Koleris) dan sifat bawaan dari golongan darah (ABO => A, B, O, AB) Ternyata, setelah mempelajari ini, aku mendapatkan banyak sekali manfaat dan kenyamanan berinteraksi dengan orang lain. Menekan jauh perasaan dan egoku untuk marah ataupun sedih, atau sebagainya. Mempelajari empat sifat dasar, mampu mengetahui siapa diri kita dan sejauh mana kemampuan kita dan orang lain. Bagaimana mengatur tensi kemarahan (karena saya emang kadang memasukkan perkataan orang itu ke hati..dan uring2an ga jelas..hhehe), dan bagaimana mengasah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memang.. ga ada manusia yang sempurna. Namun, kita diberi fitrah dan kewajiban untuk berubah dan melesat menuju pribadi yang lebih baik. Bukan begitu?😀 hhehe

Kita tidak akan tahu (memang) apa yang difikirkan orang lain. Jadi, minimal, kita bisa memprediksinya, beradaptasi saat berada di sekitarnya, dan tentu akan lebih bijak menempatkan perilaku kita terhadap orang lain. Ada waktu serius. Ada waktu untuk bercanda, marah, menangis, kesal, dan sebagainya. Semua sedikit demi sedikit coba untuk diorganisir. Sok atuh dipelajari tentang 4 sifat dasar dan golongan darahnya.. ^^ buku dan situsnya ada kok. Cari ajah..🙂 Insya allah..manfaat.

2. Jangan menjudge orang sebelum tahu sepayah apa yang sudah Ia lakukan

“Km tidak tau rasanya aQ cape kerja waktu hamil berangkat pagi pulang malam cari duit buat cek dan beli obat k dokter agar anak dlm perut Q sehat selalu,,”

Aku rasa redaksinya sudah cukup jelas..🙂

Perempuan ini tangguh, menurutku. Dia bertahan dengan segala kemampuan yang ada dalam dirinya. Dan itu juga sebenarnya adalah fitrah dari yang Maha Kuasa. Lebih sedikit laki-laki yang tahu betapa lelahnya menjadi seorang perempuan (perempuan yang bertanggung-jawab maksudnya). Namun, lebih banyak dari mereka yang tidak tahu. Aku, sendirinya yang perempuan, belum tentu sanggup ngelakuin itu.. (Ya Allah..mudahkanlah kehidupan keluargaku di masa yang akan datang..aminnn) Ia begitu inginnya melakukan segala cara agar anaknya mendapat perlindungan dan kenyamanan. Kemudian, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Ia terus berjuang untuk putri kecilnya itu.. Ibu yang bertanggungjawab ini, tanpa mengenal lelah, terus banting tulang agar anaknya mendapatkan segala hal yang layak.. Ohhh…ya ampunn.. *mw mewek lagi* T_____T

“Km tidak pernah tau rasa ketika aQ hamil dihianati aQ berusaha tidak stress hanya untuk kesehatan anakQ ¥g ada ∂ï dlm perut,,km tidak pernah tau rasanya sesakit apa aQ berjuang melahirkan anakQ selama 26 jm,,”

Yaa Rabb.. Subhanallahnya perjuangan menjadi ibu dengan segala tanggung jawabnya..hhuhu semoga kau mendapatkan banyak kemudahan, sayang..😥

Akhir kata, saya hanya menuangkan apa yang saya fikirkan. Aku mau nangis aja nulis ini. Ga sanggup lebih panjang lagi nulisnya. Udah deres banget nangisnya..hhuhu Tentunya banyak salah khilaf dalam opini yang saya utarakan di atas. Saya yakin itu. Kebenaran hahnya milik Allah SWT..🙂

My Upstair Room
08.48am

Regards~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s