Seni Mengeluh dan Penyakit Psikologi Jejaring Sosial.

Hhaha judul apa ini sebenarnya?

Kita punya cara berbeda-beda untuk mengeluarkan kekesalan ataupun hal-hal yang arahnya lebih ke negatif dari hati atau bahkan fikiran. Bahkan itu saya.

Dulu, pada saat sedang disebut sebagai remaja, yang kebanyakan dikatakan labil *dan memang benar demikian*, saya memilih jejaring sosial untuk menuangkan kekesalan atau pemikiran. Jejaring yang dipilih itu adalah Facebook. Kemudian, ada juga Twitter yang ditawarkan Jack untuk lebih mudah ‘membuat sampah maya’. Karena bisa lewat-lewat-lewat, begitu saja. Kemudian, semakin banyak teman saya di organisasi, secara tidak langsung semakin banyak pula teman saya diluaran. Dari itu, diperkenalkanlah saya dengan wordpress. Di sini saya lebih banyak bereksplorasi tentang mengeluh. *koplak. ngeluh dibilang eksplorasi,, hhaha* :p

Meninggalkan FB dan Twitter, saya beralih ke sini. WP.com ini sebagai tempat sampah maya yang baru. Bisa menulis lebih panjang, bisa menyertakan foto, dan segala macam. Saya merasa lebih aman di sini. Karena memang, niat membuat wordpress ini adalah sebagai penggantibuku harian saya. Tidak ada terfikir untuk memamerkan masalah-masalah itu kepada orang lain. Jika kebetulan ada orag yang dikenal mengakses laman ini, memang, sumpah, malu banget. Namun, ya inilah saya. Wes, nda papa.

Kemudian, masuk ke dunia kerja yang kufikir sangat menjaga idealismenya, aku fikir, aku harus menjual jejaring sosialku. Maksudnya, malu lah kalau nyampah di FB. Melihat jejaring rekan yang pekerjaannya seirama denganku, isinya kampanye semua. Isinya kebanyakan informasi semua. Lha aku? Hmmmm

Saat itu aku masih nyampah di twitter. Sudah lumayan banyak kenalanku di sini. Tapi masih ku anggap nggak masalah. Karena followingku dan followerku juga banyak. Jadi dalam fikiranku, itu akan lewat-lewat begitu saja. Pernah berniat untuk menjual twitter juga. Namun aku masih belum mampu. Kadang masih melacur (melakukan curhat) juga di situs itu. Pernah juga menghentikan aktivitas di worpressku ini karena terjadi satu dan lain hal antara aku, orang terdekatku, dan orang dekat dari orang terdekatku (paham ga yang ketiga ini?hmmm). Atas insiden itu aku menghentikan seluruh aktivitas menulisku. Aku nggak posting. Aku nggak curhat. Aku nggak nerjemahin komik. Aku nggak posting info soal materi Bahasa Indonesia. Aku nggak posting apa-apa dan berniat berhenti menulis. Semua hal yang berbau curhatan alay yang pernah kuposting di sini, aku simpan dan pindahkan ke wordpressku yang baru. Kalau tidak salah, mungkin yang kupindahkan itu sekitar 280 tulisan. Jadi yang tersisa di sini hanyalah yang sama sekali netral dan nggak ada apa-apanya. Apa bisa aku bertahan? Ternyata tidak..hhaha

Pada akhirnya aku menjadi diriku sendiri dan menulis sesuai dengan apa yang kufikirkan. Di sini. Di blog gratisan milikku ini.

Lalu mengapa kusebut dengan SENI? Juga PENYAKIT? Karena, tidak semua orang melakukan ini. Lihat saja. Jika kalian memeiliki teman di facebook, coba perhatikan di beranda. Apakah ada mereka yang membuat status seolah-olah setiap menit. Maksudnya adalah, setiap buka beranda, selalu saja ada dia. Selalu saja ada yang dikeluarkannya. Entah itu gambar, statusnya yang baru, status berbagi, dan sebaginya. Jika semua hal tersebut berkaitan dengan kondisinya saat itu. Itu sudah termasuk ke penyakit psikologi. Ga percaya? Coba suruh temenmu yang begitu ke psikolog. Atau ga usah deh yang begitu. Cari temen yang lebih dari 14 jam seminggu aktif dengan gadgednya. Tapi jangan hitung waktu penggunaan laptop pada saat bekerja yaa.. Itu juga salah satu gangguan psikis. Ga percaya? Ke psikolog sana.. :p

Sebenarnya nggak hanya itu. Hanya saja sudah waktunya saya untuk pulang ke rumah. Sudah begitu sore. Kapan-kapan aja dilanjutkan lagi tema ini. Wes gapapa..😉

Intinya sebenarnya adalah, mengeluh pun ada seninya tanpa mengurangi tersampainya pesan yg ingin diperlihatkan. Itu.

*sok MTGW :p

Regards

Shinta Ayu Pratiwi

06.00 pm, 8 Oktober 2013, @KWKS

2 responses to “Seni Mengeluh dan Penyakit Psikologi Jejaring Sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s