Seorang Anggota Mapala.

Well. Aku tahu orangnya. Di kampus dulu juga aku ikut dalam pergerakan. Waktu belum berhijab seperti ini.

Aktif dalam forum dan sebagainya membuatku melihat seorang perempuan bernama Lidya. Tahu. Hanya sekedar tahu. Karena almamater kami sama. Karena Fakultas kami kebetulan sama. Dan salah satu organisasi yang kami ikuti, pun satu jenis. Organisasi kepecintaalaman.

Dalam pandanganku, dia cukup mencolok, Walau pergerakannya tingkat Fakultas, dia lumayan aktif. Kita memang beda jalur. Aku lebih banyak ambil jalur tingkat Universitas. Tapi ya itu pilihan. Ya taoh?😉

Berlalulah itu yang namanya ingat dan tahu akan sebuah nama.

Sekarang, aku yang terjun ke lembaga, rupanya bertemu lagi dengan orang ini sekali dua. Karena aku yang memiliki kompetensi notulen, ditariklah aku bekerja sehari dengan mitranya. Yah..buat uang isi pulsa..hhaha

Semua berjalan baik-baik saja sampai aku begitu padat jadwal kerja. Ini membuatku menyerahkan tugas ini ke salah seorang yang kukenal baik mengenal IT dan master notulen juga. Yah, akhirnya kuserahkan padanya job itu dengan uang sebesar yang diserahkan padaku. Aku sebelumnya sudah mengambil sekitar 3 persen untuk membeli pulsa..hhoho

Untuk ini, aku melihat ada yang aneh pada temanku. Dan ternyata benar. Ada miss yang terjadi. Ia yang semula menyanggupi, ternyata begitu padat jadwal juga hingga ketetran itu jobku yng kupindah tangankan. Yah..memang aku bersalah. Saya yang salah.

Kemudian, ketika Ia melabrakku ke kantor dengan gayanya yang tomboi itu, aku hanya bisa tersenyum. Aku juga ingin minta maaf dan sebagainya. Bermanis-manis dan memberikan penjelasan yang sebenarnya. Tapi, ahhh rasanya aku jadi mangkelbahasa Jawa abis ngeliat gayanya yang sok. Juga isi pembicaraannya. Yes Mam! Lu yang paling bener dah. Guaaaa yang paling salah. Seolah-olah kam ttu Ka ae..hhaha Dia lebih tua sih. TERPAKSA saya panggil kakak.. :p preeet

Kemudian yang membuatku tertawa adalah tentang aktivitasnya di organisasi kepecintaalaman. Dia dengan mudah menggunakan nama seniornya dan seolah begitu lama kenal dengan lembaga dan orang-orang lama di kantorku ini. Dia bilang sudah beberapa tahun kenal dan akrab dengan mereka-mereka di dalam. Seniornya yang juga istri eksekutif kami, dia bangga-banggain. Kasian betul hanya menggunakan  nama senior. Kasian seniornya di jual-jual begitu namanya. Kampret.. Aku paling sebel dengan orang yang seperti ini. Bertaun-tahun kenal dengan tempat kerjaku? Wahhh luarrr biasa.. :p

Dia berkata bahwa aku gak usah macem-macem. Aku ini dibilang orang baru. Dibilang dia baru tahu dunia lembaga. Dibilang dia baru tahu aktivitas besar tempatku bekerja. Aku semakin tersenyum dan ingin tertawa. Hilang sudah keinginan minta maaf karena kesalahanku dengan apa yang ia katakan itu. Banyak omong juga ini cewe satu. Serius! Aku cuma senyam senyum. Dia pun jadi marah karena aku senyam senyum begitu..hhaha senang saya..wkwkwwk

Aku yang akrab dengan pengurus lama, dan anggota jaringan lainnya, serta hubungan yang nggak dia tahu tentang aku dengan beberapa orang eksekutif, ingin aku simburkan ke wajahnya yang sok itu. Itu seandainya keakraban kami dan waktu yang kuhabiskan untuk mengenal kantorku ini bisa dikonversi sebagai air..hhaha mendekati sepuluh tahun mengenal lembaga ini, nggak ada tuh aku sok-sok’an aku kenal lama, aku punya senior, dan sebagainya yang dia katakan. Pengen banget aku rekam itu bacotannya yang semua isinya sumpah serapah. Hiii serem… netes air mataku habis ketemu dia. Karena pengen ketawa, karena kasina, karena lucu, karena marah dengan sok-sok’annya itu..hhehehe

Kalo soal waktu, aku lebih lama mengenal. Untuk persn, rasanya aku lebih banyak akrab. Untuk senior, aku punya banyak senior yang membesarkan nama lembagaku sekarang. Yang jadi Direktur, bahkan. Manager pun ga kurang banyaknya kalau aku pengen nyerocos soal senior. Ahh..lucu banget kalau peristiwa ini diingat lagi..wkwkwk

Aku menulis ini di Bogor. Beberapa hari ada pelatihan di Sartika ini. Kebetulan pada saat acaranya dulu, tamu dari Jakarta di kegiatannya si Lidya ini, jadi temenku di acaraku sekarang. Ya ea aku pengen ketawa..hhaha dan jelas inget lagi kejadian itu. Makanya aku tulis ulang..kwkwkwk tamu-mu jadi teman-ku mba e..hhaha apa aku harus sombong juga seperti kamu? ahhahaha nggak deh. makasih. Cukup jadi catatan dalam ingatanku di rumah mayaku ini saja. Dan tertawa suatu hari nanti ketika aku membaca tulisan ini lagi.

Intinya sih, kita nggak boleh ngeremehin orang lain. Kita nggak pernah tahu seberapa besar link dan pengetahuannya. Ok dia slaah. Ok dia tidak menjalankan sesuatu dengan benar. Tapi tanyakan. Juga klarifikasi dengan benar. Jangan banyak bacot aja. Sumpah serapah dengan tatapan yang sok menghakimi dan seolah-olah paling benar, Dan itu benar-benar tidak mendidik. Saama sekali. Bukankah latar belakangmu pendidik yaa mba’e.. ^^ maaf maaf nii ya..aku nggak pengen meladeni kamu untuk kita banding-bandingin diri ah.. takutnya kamu yang malu..hhaha aku berdoa semoga kamu nggak begini dengan orang. Cukup aku saja yang kamu bully dan olok-olok. Sakit hati juga sih diolok-olok yang nggak bener. Di tatap dengan tatapan yang huekss banget. Mau marah padahal. Tapi akhirnya aku hanya bisa senyum…bhahahaha

Bogor pagi ini hangat karena aku mengingatmu. Menjadi pelajaran bagiku untuk tidak menjadi sepertimu dan melakukan hal demikian. Terimakasih pelajaran berharganya yang malah. Yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Ini akan membuatku lebih baik lagi. Karena aku akan menghargai orang lebih baik lagi dari yang aku lakukan sekarang. erimakasih banyak, Ka Lidya. Aku jadi penasaran apa golongan darahnya..hahaha Semoga tidak bertemu kembali.. #eh #upss #emaap :p

06.35am, Bogor Selatan, Kota Bogor, 30 Oktober 2013

Best Regards

Shinta Ayu Pratiwi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s