Jalan Akhir

Akan terasa lengkap jika dendrite yang terpenjara dalam kerangka otak ini memunculkan fantasi tentang kehidupan masa lalu dan mimpi yang diinginkan di masa yang akan datang
Ada perasaan sedih yang tercampur oleh tetesan buncah-buncah bahagia
Terhadap yang terjadi dahulu dan tuturan kejadian saat ini
Aku tak merasa sedih saat genggaman itu mengendur dan hilang sama sekali
Dan aku juga tak merasa bahagia ketika tubuh itu disakiti dan dipermainkan
Ketika patuh sujud ini mundur
Terganti dengan kedigdayaan wanita tengik yang pipinya berkilau dengan perintah dan caci maki akanmu
Aku yang jauh merasa sakit dengan itu
Nalar dan ketamakanmu sudah benar-benar terkurung dengan kehendaknya yang tak wajar
Tapi, aku berterimakasih sangat banyak pada Tuhan
Yang lebih mempercayakan orang lain selain kau untuk membimbingku
Aku tahu perjalanan dan jarak yang begitu jauh itu menyakitiku akan rindu yang bersatu padu
Tetapi
Kau mungkin memang dari awal tidak benar-benar mempercayaiku
Juga tidak benar-benar peduli dengan tali yang kau rajut di bawah siluet tembakaumu
Ketika gerimis datang, aku hanya bisa mundur teratur menjauhimu
Dan saat hujan mucul menggantikannya, aku  hanya bisa menatap ke langit luas
Bergumam di dalam kerjapan mataku samar
Tuhan…
Saat hujan ini reda
Munculkanlah pelangi yang indah
Agar luka dan jerit yang tertahan
Mampu terhapuskan dan mati
Karena hidup baru yang gemilang
Sudah muncul bersamaan dengan siluet senja dan cahaya keemasan mentari yang melambai
Aku tidak akan berpaling
Menatap kebelakang untukmu
Mungkin memang nafas ini
Begitu pias dan pasi
Namun, itu semua sudah berlalu
Yang usang biarlah usang
Aku tak akan bergumam muram atasmu
Karena kebahagiaanku saat ini sudah lebih besar daripada keinginan memilikimu
Di salah satu sudut pantai
Kelomang yang malu-malu mulai mempersiapkan cangkangnya untuk menyambut si putri bulan
Tertatih menghadapi padang pasir yang merendah di samudra lepas
Dan akupun sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kerasnya hidup dalam malam dan siang kehidupan
Karena bagiku, kebahagiaan itu tak hanya kau
Tetapi kita.
Dan kita,
Tak berarti kau, juga aku.

 

 

*10 Februari 2011 – Telp a DZ… ^^

Arigatou naaaa, sister..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s