Suwon-eul Malhaebwa

Miwo. Jinjja miwo. Mau marah aja dengernya. Keundae nan nuguji? Hanya yeoja yang menangis dengan punggung.

Saat kita saling menggenggam tangan, kita menggunakan tulang, otot, dan darah dalam urat kita agar tidak terpisah. I sarang-i ya. Yang saya tahu. Jika bukan itu apalagi? Hanya saja pada kenyataannya, aku yang  tak bisa melepaskan tangan itu. Aku, yang terlalu banyak berharap.

Saat sulit membuat keputusan, kadang terlalu jauh melihat ke depan. Harusnya aku hanya memikirkan apa yang akan kulakukan dan terjadi esok hari. Itu akan memberiku jawaban yang berbeda.

Suwon-eul malhaebwa. Itu yang dikatakan Allah dalam Al Quran. Dan selalu dikabulkan sesuai prasangka hambanya. Niga nae suwon-eul ara? Aku ingin kau perlahan-lahan membenciku dan membuatku perlahan-lahan juga akan perlahan mampu meniggalkan semuanya di belakang. Nae suwoneul..igeo.

Keundae..wae nae maem-ui apa? Jinjja jangnan aniya.. Aigoo~

Klw ga move on terus begini..ga bisa kerja, jualan, dan makan. Ngabisin tabungan az..hmmmm😐

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s