The Revenge

Ini tepat satu bulan aku tidak berada di kantor. Depresi tinglat tinggi ini sungguh menyiksaku.

Dan, sesaat aku ingin tertawa. Bahkan menangis. Ya. Aku bisa terima semua tuduhanmu. Tapi tidak yang ini. Uang? Kau kira aku akan menggunakan uang itu untuk keperluanku? Aku bahkan tidak menerima gaji untuk tetap berada di sisimu.

Kau ingat surat yang ditemukan oleh anak yang berna Jojo? Surat dari seorang perempuan yang jauh di sana. Sejak itu, aku mulai kehilangan kepercayaan diriku. Menyimpannya sendiri perasaan tidak nyaman ini dan terus menganggap semua baik-baik saja. Tapi, aku berdoa pada Tuhan agar kau membenciku dengan apapun caraku.

Hanya saja, kau terus membuatku penasaran. Semakin hari aku semakin sayang padamu. Tapi usahaku untuk tetap membuatmu membenciku terus kulakukan.
Aku tidak bekerja sebaik dua bulan pertama.
Aku tidak belajar sebaik dua bulan pertama.
Aku tidak berdoa sebaik dua bulan pertama.
Aku tidak lembur sebaik dua bulan pertama.
Aku tidak tidur sebaik dua bulan pertama.
Aku tidak makan senyaman dua bulan pertama.
Aku benar-benar marah.

Aku terus saja ingin kau membenciku. Kalau aku menyandungmu, bagaimana perasaanku. Itu, yang aku fikirkan. Aku terus melakukan hal buruk untuk mendapat perhatianmu. Golongan darah membuktikan sebagian besar dirimu. Karena itu, di awal tahun aku berjanji bahwa akan sungguh sangat menerimamu bagaimanapun keadaannya. Namun, itu tidak berlaku lagi setelah aku diperlihatkan hadiah berupa tempat pensil dan sepatu mahal itu. Baju yang kubelikan sepertinya tak ada gunanya. Bahkan aku tidak pernah melihatmu memakainya.

Saat mencintaimu, hidupku menjadi lebih sulit. Mungkinkah begitu? Cinta pertama memang sangat sulit. Tapi cinta pertama yang menginginkan pernikahan, sungguh lebih sulit.

Terlalu dini untuk menangis. Tetapi aku memang selalu menangis karena lelaki itu. Aku bahkan seolah melompat ke dalam api. Sebaik apa memangnya dia sampai aku tidak bisa memalingkan wajah? Tidak akan lagi begitu. Ke depan aku akan anggap ini seperti aku yang numpang lewat di kehidupannya. Aku lelah.

Lain kali, kalau sekali lagi menyukai seseorang, aku akan bersikap baik padanya. Bukan menyusun hal-hal yang membuatnya membenciku sedikit demi sedikit karena cemburu. Tidak akan menjauhinya, jika ingin menjajari langkahnya. Tidak akan mengacuhkannya, jika ingin memasak untuknya ketika dia lapar. Meskipun hanya dua bulan, semua yang masuk ke hatiku terasa hangat sekali. Sudah dekat perayaan dua bulan itu. Juga tepat terjadi setahun lalu. Ulang tahunmu.

Terkadang menemukan alasan dapat membantumu saat kau tak bisa menemukan keberanian. Ya. Aku sedang tidak punya keberanian. Aku mencari alasan untuk melupakanmu. Orang yang sangat aku sayangi. Orang yang selalu aku fikirkan.

Aku tahu aku kejam padamu. Tapi apa kau pernah mendengar hubungan yang disebut hubungan benci dan cinta? Aku tidak membencimu. Harusnya aku tidak pergi dari rumah. Aku sudah tidak muda lagi. Aku terlalu egois. Bahkan ketika melihat tanda seru dalam pesan yang kau kirim. Aku tidak suka. Aku merasa tidak nyaman. Dan sekarang, aku sedang dihukum karena iri hatiku.

Aku tidak suka kedinginan. Namun, aku yakin, dimana perasaan, di situ ada waktu. Aku tak pernah membayangkan betapa aku menyesal melakukan itu semua. Sekarang setelah melihatmu, membuat aku sadar bahwa keserakahanku hanya akan membuatmu semakin menderita. Karena itu aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan. Pada akhirnya aku sadar bahwa kau dan aku berbeda. Aku hanya melindungi diriku sendiri dari rasa sakit. Tapi bahkan itu terjadi sebaliknya. Aku melihat begitu banyak kesamaan kita. Tapi dari sisi yang berbeda. Aku, sekarang benar-benar ingin melupakanmu.

Aku hanya ingin melindungi putraku. Itu adalah tujuan terakhirku. Sejak awal aku tidak tau posisiku yang sebenarnya. Karena itu tidak ada yang namanya gagal ke posisi sebelumnya. Ke depan, aku hanya ingin mendapatkan seseorang seperti Kim Woo Bin. Yang mencintaiku. Berusaha mendapatkanku dan mencintai keluargaku. Bermimpi tentang putri dan putra kami. Kurasa ini memang akhir perjalanan panjangku sejak menyukaimu tahun 2009 lalu. Aku tidak igin hatiku kedinginan.

Andissi.. Tidak masalah bagiku pernah menjadi iblis sebelumnya. Tidak masalah bagiku menjadi orang bodoh sebelumnya. Aku bahkan tidak peduli jika orang-orang menyalahkan semua padaku. Aku hanya ingin dekat dengan orang-orang yang aku cintai. Aku, hanya ingin melindungi orang-orang yang aku cintai. Izinkanlah..

Mimpiku sekarang adalah melihat senyum orang tuaku, melihat senyum anakku, dan menjaga martabat suamiku. Aku akhiri semua tanpa menjadi serakah. Terimakasih untuk semuanya. Ini dari aku yang sungguh sangat mencintaimu. Sebelumnya.

Naega chugosipeosseo. Naega wae ireohke sara?😥

Regards

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s