Hujan Bawah Air

Mengasihimu karena hujan dan tetes air
Di semenanjung, bergoyangnya teratai
Bergerak atas kehendak air
Merasakan panas di setiap kata terhela
Berpapas mata, berlari hati
Mengenang di senja timur jauh

Ada hati yang kadang terempas dan berdiri
Sekuat tenaga untuk terus menantang mentari
Duduk di batas cakrawala
Menjahit sendiri rasa sakit yang perih menetes
Hingga mata kaki tak mampu menunjukkan arah
Deras hujan juga terhenyak
Menemani agar perihnya tersamar dan menghilang
Sayup-sayup mereda, kadang-kadang mendera

Dan bagaimana
Bagaimana ini semua bisa terus berjalan
Dan seperti apa
Seperti apa dunia mampu terus menempa
Jiwa yang terus lapar dan gersang
Sampai hati terasa penuh
Sampai rasa terimakasih mau berjabat tangan
Di pendar senyum dan kedipan mata

Menemukanmu dalam kesakitan paruh waktu
Terdampar dari sepenggalah damai
Dari musim semi yang menyusul
Aku patut mengedipkan mata, lagi dan lagi
Untuk meyakini musim yang datang
Tanpa membawa memar dan lebam

Dan bagaimana
Bagaimana ini semua bisa berhenti  terjadi
Dan seperti apa
Seperti apa aku bisa menghadapi luka
Mengharap maaf, berterimakasih
Hingga semua sangat terang
Memberi tanpa menerima, meyelesaikan kata
Imbalan terbesar kebahagiaan

Cinta dan Keihlasan
Hujan di bawah air

Note: Kemaren nemu draft-nya yang masih berupa kertas di kamar Undul dan kutempel di dinding draftnya. Ga kerasa waktu berjalan begitu cepat..

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s