Kacang Kulit

Kacang kulit telah menjadi dingin dalam dekapan malam, sementara nasib masih menunggu saat yang tetap untuk menghampiri. Dalam dua dekapan malam aku menunggu, dalam dua helaan napas aku berfikir, dalam dua purnama aku merajuk. Kita dalam pencarian akan denting dua nada lagi, keselarasan dua selindro lagi.

Dosa-dosa yang tercecer, mesti dimintakan ampun pada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s