Menemui Melankolis, Bersama Melankolis

Dalam tulisan sebelumnya, kukatakan bahwa aku beberapa waktu menenggelamkan seseorang yang ada dalam tubuhku yang bernama melankolis. Yah..dia tidak terbenam di dasar. Hanya saja tidak aku prioritaskan untuk muncul ke permukaan terlalu sering.. Sekarang Sanguinis berteman sedikit baik dengan kakaknya yang bijak, Phlegmatis.. 
Setelah beberapa waktu hidup dengan dan menjadi sanguinis, mungkin ada bagian-bagian yang secara tidak sadar membuatku mengalami peningkatan dalam hal berkomunikasi. Peningkatan ini begitu kentara dengan apa yang sudah kualami selama kehidupanku selama 19 tahun yang lalu. Tiga hingga empat tahun terakhir, adalah tahun-tahun pembelajaran yang kuat untuk aku. Mengenai semua bagian hidup. Setahun terakhir setelah menerima dan memaafkan diri sendiri dengan segala kekurangan dan banyak sekali kesalahannya, banyak sekali berkat yang bisa aku peroleh. Ketenangan, keleluasaan, dan penerimaan. Hati, tetap di sana dengan segala kesabarannya. Menerima semua a-pa-a-da-nya. Semuanya..

Namun, ketika dihadapkan dengan melankois tulen, namja ini rupanya membuat saya belajar jauuuuhhh lebih banyak lagi tentang watak-watak. Mengenai bagaimana untuk tidak mengulang kesalahan, yang masih saja aku lupa. Mengenai bagaimana hidup dengan teratur, yang kenyataannya aku tidak begitu teratur. Mengenai bagaimana menghargai nama, penghargaan waktu, dan janji, yang mana kadang aku lamban akan itu.. Mengetahui sendiri dengan seluruh panca indra bahwa melankolis yang ada sekarang ini, dengan darah Ia-Io di tubuhnya, begitu rapat dan terkunci fikiran dan kehidupannya. Semua, adalah urusannya sendiri. Orang lain tidak perlu mengetahui itu semua karena kita memang memiliki kehidupan yang berbeda. Aku dengan segala rahasiaku, dan kau dengan segala urusanmu. Sepertinya begitu yang aku tebak dari beberapa waktu yang kami habiskan ini.

Pernah suatu ketika aku dengan tidak sengaja melakukan kesalahan. Yah..ga perlu lah aku jelasin masalahnya. Pokoknya darah dia banget yang dia usung waktu itu. Hanya, untuk sedikit gambaran, bayangin aja seseorang yang tidak ingin di campuri urusannya oleh orang lain. Aku tidak bisa menjelaskannya dengan baik di sini. Hanya saja, dengan mengetahui itu, mendengar itu, menyaksikan itu, merasakan itu, aku syok. Kaget dan bingung mungkin lebih tepatnya. Pada saat itu. Ya. Hanya pada saat itu. Karena setelahnya, aku akan kembali menyesuaikan diri kembali dengan apa yang terjadi karena memang semua itu kita yang harus bisa memahami. Kita yang harus bisa mengerti. Karena memang, kita tidak pernah benar-benar bisa tahu mengapa seseorang berlaku demikian. Kita tidak pernah benar-benar tahu mengapa seseorang mengambil tindakan demikian. Ini, adalah poin terbaik dari apa yang sudah saya pelajari dari pelajaran empat kepribadian.

Memaafkan diri sendiri.
Menerima apa yang ada dalam diri.
Dan..
Mencoba mengerti dan memahami semua kelakuan orang-orang ini.

Untuk siapa saja. Dimana saja.. 
Menjadi Phlegmatis untuk mendengar.
Menjadi Melankolis untuk mendetail.
Menjadi Sanguinis untuk menjadi lebih menyenangkan..
Aaamiiinnn.. ^^

Koleris? Umm.. saya tidak begitu kenal betul dengan makhluk yang satu ini..hhoho

Yah..pokoknya, alhamdulillah.. Semoga bisa terus menjadi lebih baik hari demi hari..

06.26pm; Jagnyeon-e Oppa-ui saengil. Sam-wol set, 2013nyeon. Naega hwaksil-i aljyo, na ne maeumsog-e eobsesseoyo. Matji? Igeo nan gereohke saenggakhae..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s