Wijaya Kusuma

Memandang jauh bersinarnya mentari berkemas melangkah menuju lumbung
Suatu masa tempat penari ajeg dalam semesta botol nira
Dering telepon pagi hari tak haru dalam jawab tanda tanya
Kebahagiaan dalam temuan hanya muncul dalam sekali penobatanmu

Tak ada lagi yang bisa dipercaya dengan kesempatan
Izin dari wijaya kusuma yang merekah kala terik dalam rumah kaca menjadi suatu tanda bahwa masa itu telah usai
Rasa yang ikut
Kendi yang berjelaga
Mulai termakan senjanya batang usia

Bungkam bukan keram yang bersimpuh pada dahan bambu
Mungkin hanya detail terimakasih yang menguap untuk pemulung berkeringat
Sekarang yang tersisa hanya ceceran sperma dan aroma alkohol dari botol anggur murah yang kau tinggal di balkon timur depan kamarku

*Jagnyeon-e il-won seumol-yeodeol. 2013nyeon. Gieok-i anhasseo?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s