Zhafira Mubaraq

Adik Ernest..🙂

Putri pertama yang lahir dengan jarak hanya 36 menit dari kakaknya, Ernest Khaled. Kembarannya..hhehe

Mimpi adalah bangunan kebaikan yang disusun dan diinginkan manusia untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, yang lebih diinginkan untuk ada dan terwujud dalam kehidupannya. Begitu juga tulisan tentang Zhafira Mubaraq ini. Barusan sudah memposting tulisan tentang mimpiku akan putra pertama kami yang bernama Ernest Khaled. Kali ini ingin membayangkan Fira lebih detail lagi. Lebih baik lagi.. :’) aamiin

Sebelum nama Zhafira muncul, Fathimaryam sudah lebih dulu masuk dalam keinginanku. Terdiri dari dua nama wanita yang kukagumi, Fathima, putri nabi Muhammad SAW, dan Maryam. Bunda dari Nabi Isa AS dan salah satu surah favoritku setelah Al Mulk, Kahfi, dan Ar Rahman. Tapi kemudian bingung sendiri karena harus memilih nama panggilannya. Karena tidak mungkin memanggilnya kelak dengan Mubaraq atau Bara. Aku merasa memanggil anak laki-laki saja dengan panggilan itu🙂 Setelah beberapa waktu, akhirnya menemukan Zhafira untuk disandingkan dengan Mubaraq. Putri pertama yang membawa keberuntungan bagi dirinya sendiri di masa depan nanti dan menjadi keberuntungan awal untuk keluarga kecil kami. Putri pemenang. Putri yang didekap keberuntungan dan kesuksesan dalam setiap langkah hidupnya. Menjadi inspirasi bagi orang yang berputar di sekelilingnya. Menjadi perempuan yang teguh dan kuat pendirian dengan benteng imannya.

Perjalanan panjang doaku untuk putra yang kuinginkan sebelum membagun mimpi tentang Ernest, membawaku untuk meletakkan Mubarak sejajar dengan Zhafira. Bertahun lalu pernah membangun mimpi yang sungguh besar dan diliputi banyak doa. Hanya satu nama. Mubaraq. Hanya Mubaraq. Mimpi terbesar yang pernah kuharapkan. Entah akan bersanding dengan nama ayahnya atau bagaimana, aku ingin nama ini muncul dalam kehidupanku. Keluar dari rahimku dengan balutan arti namanya. Berkah. Menjadi seseorang yang diberkahi kebahagian dalam setiap hela nafasnya. Dan mimpi akan nama ini dibangun untuk seorang anak laki-laki. Aku yang anak semata wayang, perempuan satu-satunya, tunggal, begitu ingin memiliki pejantan sebagai anak yang membawa kebaikan dalam kehidupanku selanjutnya. Rupanya mimpiku patah ditengah jalan. Dan terganti akan mimpi yang lebih indah. Kuhadirkan Mubaraq dalam jiwa Zhafira dalam doaku pada Allah..

Pernah bersanding, dulu, dengan Aruna. Nama pilihan seseorang yang sungguh aku sayangi. Lelaki yang kuberikan segala doa yang kumiliki dengan tulusnya. Aruna Mubaraq. Demikian nama itu kurangkai. Aruna Mubaraq F. Aruna Mubaraq Frasetiandy. Dia menambahkan nama belakangnya pada Mubaraq, jagoan kecilku yang kupupuk dengan doa sebegitu banyak, doa-doa terbaikku. Mengalahkan doaku untuk dia sendiri, lelaki yang sungguh kusayangi. Seketika terbayang lelaki kecil tampan yang ceria di pelipis mataku. Putra kecil bergolongan darah A sesuai dengan keinginan lelakiku. Memiliki antigenku dan antigennya. Io Ia dalam darahnya. Begitu mimpi yang pernah kugoreskan. Ah.. Seolah aku bisa melihatnya dengan sangat dekat. Bernafas dipangkuanku. Memberikan banyak senyum dan tawanya yang murni.

Tapi itu terjadi di masa lalu. Dan tak akan kusandingkan Mubaraq dengan Aruna. Lagi. Akan menikah dengan perempuan yang begitu anggun, nama Aruna ini kufikir akan ia gunakan untuk putranya kelak. Kuhadirkan Zhafira untuk menguatkan Mubaraq yang terpisah dari bangunan dirinya di masa lalu.

Dan memang akhirnya kurasa dia lebih kuat sebagai perempuan. Bersanding hidup dengan putra pertama kami, Ernest Khaled, dalam rahimku.. *meleleh bundanya membayangkan..hhehe

Sebelumnya tidak ingin menyertakan Mubaraq dalam kelahiran pertama. Karena yang kubayangkan adalah sepasang pejantan dan betina elok dalam satu kelahiran. Ernest Khaled dan Zhafira Khaled. Tapi rasa sayangku juga sangat besar untuk nama itu. Kurasa Mubaraq akan memaafkanku karena menyandingkannya untuk nama seorang putri. Aku yakin dan percaya bahwa dia mempercayaiku lebih dari siapapun karena akulah ibu biologisnya.. :’)

Seolah perempuan kecil ini hadir bermain di sekelilingku saat tulisan ini kualirkan dalam web ini. Yaa Allah..kabulkanlah..

Percayakan perempuan kecil ini di rahimku bersama-sama dengan Ernest. Aamiin~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s