Kesyukuran

Layaknya mungkin bukan keterbatasan. Hanya mungkin tiap diri membatasi ruang geraknya sendiri. Fitrahnya, manusia memiliki waktu yang sama antara manusia satu dengan manusia lainnya. Kadang bahkan memiliki fasilitas sama, kurang, atau berlebih sekalipun, kita bisa melihat betapa terpuruknya dia. Kitalah yang bisa menolong diri kita sendiri. Dari kesedihan yang berlebihan dan kegembiraan yang betlebihan. Dari kesyukuran yang harus di tarik benang merahnya karena nikmat yang begitu besar dari  Allah. Menjadi pribadi yang berkualitas, tak bisa kits tempuh hanya dalam satu kesempatan waktu. Kesyukuran dan kualitas diri harus di asah dalam setiap waktu hidup kita. Dengan iman. Dengan ilmu. Diri yang menolong diri.

Dan.. Hakikat kesendirian hanyalah dalam kubur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s