Inginnya Tak Harus Begini

Inginnya tak harus begini
Menjadi seperti ini
Bernafas naik turun hanya karena melihatmu
Paru-paru memompa darah tak tahu malu
Sampai-sampai memerah si rona muka
Merekah bak bunga sedang tertawa di padang raditya
Benderang
Dan buat semua orang jadi buta

Inginnya tak harus begini
Menjadi seperti ini
Kalang kabut mencari tempat lindung untuk sembunyi
Dari matamu yang berlari
Yang kurasa menyortir jalanan mendeteksiku
Aku tak ingin terlihat
Si jelek ini tak ingin ditemukan
Olehmu
Oleh matamu

Inginnya tak harus begini
Menjadi seperti ini
Berpura-pura tak mendengar
Tapi mendengar
Berpura-pura tak bisa
Tapi bisa
Berpura-pura tak ingin
Tapi ingin
Berpura-pura tak acuh
Tetapi acuh
Dan rindu berbunga selalu
Tanpa Ia tahu
Tanpa seorangpun mengerti

Inginnya tak harus begini
Menjadi seperti ini
Siapa gerangan Ia-nya
Yang membuat seluruh urat lidah menjadi terpenjara
Dan membuat satu kata
Menjadi seperti taman surga
Yang membuat seluruh nafas menjadi terhenti
Dan membuat seulas senyum simpati
Menjadi nyawa baru terbungkus hati

Kau
Kamu
Engkau
Dirimu

Untukku

*ini salah satu dari dua puisi pertama yang masuk media.. Membersihkan diri😀

8 responses to “Inginnya Tak Harus Begini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s