Merengkuh Api

Kerisauan menggelayut di kokohnya akar Al-Qur’anul Karim
Mata yang menyipit dan membelalak suatu ketika
Ada nada dan kewajiban yang harus di selaraskan
Ada kebimbangan yang harus dipastikan

Bersembunyilah kawan, jika kau mulai tertekan
Berlarilah kawan, sekencang-kencang kaki dan jatuh ke lautan
Dan bersandarlah dengan aman di rindang tasbih dan tahmid
Jika kau sudah ikhlas,
Kala kau percaya,

Tak akan pernah mampu insan yang papa, menjabarkan ilmu sedalam samudra
Tak akan pernah mampu insan yang hina, menjangkau ilmu sejauh mata menerka
Menelisik hingga atom kromosom
Seolah mereka tahu segala
Seolah mereka tahu jawabnya

Yang fakir yang meluluhlantakkan jagad raya
Yang sombong yang penuh kesombongan
Menengadah langit dengan penuh ketamakan

Rengkuhlah api, jika kau harus rengkuh
Sambutlah bara, jika kau harus menyambutnya
Kau dan dunia
Sementara
Hanya sebentar saja

Kerisauan menggelayut di kokohnya akar Al-Qur’anul Karim
Mata yang menyipit dan membelalak suatu ketika
Ada nada dan kewajiban yang harus di selaraskan
Ada kebimbangan yang harus dipastikan

Berbanggalah kawan, jika kau mulai bertahan
Bersyukurlah kawan, sebesar-besar kasih dan membumbung ke awan
Dan menjauhlah dengan teratur dari bara dan api dunia
Karena kau ikhlas,
Karena kau percaya,

PadaNya
Pada Allah
Penghimpun segala zaman

#PerpusProdi
7il 10wol 11nyeon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s