Penilaian Orang Lain (Part 2)

Dengan sangat tulus dan polos saya menanggapi. Dan selalu berulang. Berpola kalo kata dia. Manusia yang nggak banyak ilmunya seperti saya ini baru sadar juga kalau memang saya ini gob**k. Ah..mungkin bukan begitu maksud saya. Maksud saya begini, kok saya ini sampe segitu bodohnya. Nggak faham yang maksud dia. Baiklah. Semua memang Tuhan yang tentukan. Entah Tuhan yang kau sebut itu sama atau berbeda dengan Tuhan yang menjadi sesembahanku, tak tahu lah saya ini. Tapi sepertinya agama kita sama..hhaha

Bertahun-tahun aku mempelajari kebudayaan itu. Bertahun-tahun aku menghabiskan waktu untuk mempelajari itu. Beribu jam kuhabiskan untuk mengerti akan itu. Hujatan di sana sini akan kesopanan yang tak pernah mereka fahami dari mana asalnya (karena kebudayaan berbeda yang kugunakan berubah gerak tanpa mereka mau mencari tahu), aku bahkan tak pernah peduli. Tapi dari waktu yang sudah hampir enam tahun kuhabiskan untuk mempelajari itu kau bantahkan dengan redaksimu yang kuanggap sangat menggurui dan dikemas dalam redaksi simple itu, aku marah. Sungguh sangat marah. Seketika itu juga.

Penilaian yang seperti apa yang pantas kau berikan padaku, terserah. WTF. Terserah. As simple as my word before, that kind of daehanminguk-ui yunrihak, sebelum aku faham betul, naega mal anhae.

Saya ini bukan orang suci. Dosa pun sangat banyak. Jigeum nae saenggakeun: Niga kojo ppali.

Kau meremehkan kesopanan yang kusimpan begitu besar ini.

Saya bukan orang yang bisa dipercaya, oke fine. Majayo.

Tapi keikhlasan saya menyayangi orang lain dan keinginan saya yang begitu besarnya untuk membahagiakan orang lain, menyayangi orang lain, membuat orang lain tertawa dan nyaman di sisi saya, kau tusuk sedemikian rupa, saya tidak terima.

Hubungkan kemarahanmu itu dengan baik Nuna.
Jal saenggakhaebwa.

Aku cukup bodoh untuk tahu dan bisa melakukan banyak hal. Tapi untuk menyayangi orang lain dengan hatiku ini, kau pun kufikir tak akan percaya bahwa cinta dan kasih sayang tulus di dalam jiwaku ini, dengan atau tanpa bersentuhan, tersimpan sedemikian besarnya.

Neo sasireun..keugeon.. Daehanminguk-ui yunrihageun, jinjja arayo? HHAHA Geojitmal! :p *sigh
Naega hanbonddo, eonni miwo, eobseo. Gereon saenggakhae eobseo. Naega eonni ga joha. Geunda eonni waeiraesseyo na ante eonni neun..

Geurae. Geumanhaja uri ga.
Yaa Allah..ulun minta ampun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s