Shinta Ayu Pratiwi

Saya ini sudah sampai pada titik dimana tempat tertinggi penerimaan bisa ditempatkan. Semuanya. Karena, yang namanya memahami, tidak akan
membuat dunia menjadi lebih sempit.. (bahkan jika punggung itu berbalik..atau bahkan pergi..)

Perlahan saja. Namun, pastikan ini pasti. Menjadi semacam romantisme mengenali, meyakini, dan memahami..

Mengikhlaskan yang ada, semuanya. Mengatur semua perasaan. Dan saya akan segera menyusul. Membangun masa depan, bersama mimpi, orang tua, mertua, suami, dan anak-anakku.

Aku ingat tulisan ini: “Tuan, sebutir pelurumu yang nanti menembus kepalaku, hanya akan membunuhku. Tapi, tulisan dan
buah pikiranku akan menembus ratusan, ribuan dan bahkan jutaan kepala orang.” Sayyid Quthb, jelang eksekusi mati beliau. Saya pun menulis. Menulis apa saja yang kufikirkan dan yang terjadi. Jika tidak berkenan, tak usah hadir saja dalam hidupku..hha

We have yet to decide what to do with our-bright-and-comfort future. Sepakat?😉

Memikirkan kesuksesan ini, berbanding lurus memikirkan nasib orang tuaku yang sudah dan yang akan pensiun. Mereka membanting tulang untuk kehidupanku sejak kecil hingga saat ini. Mengusahakan rezeki dari Allah untuk anaknya. Ini yang menjadi motivasi terbesarku untuk sukses dan berhasil. Yang juga akan menjadi jalan rizqi bagi putra dan putriku nanti. Ketika nikmatnya pendidikan, buku, dan pelajaran tidak bisa mereka cicipi dengan mudahnya bagaimana mereka bisa disamaratakan dengan sebayanya yang mendapat akses memadai di kota sana. Tempatku tinggal memang di kota. Tapi kota kecil. Bukan kota besar. Apalagi ibu kota. Semoga saja anak-anakku bisa secerdas anak-anak yang menuntut ilmu di kota besar.

Okayy I’ll take care of them as my parent.
Okayy I’ll take care of them as my family.
Okayy I’ll take care of him as my husband.
Okayy I’ll take care of them as my children.. ^^ hhee
What a WONDERFUL life~
Kalau hidup dengan kesyukuran..😉 hhihi

Woman was created from the ribs of a man. Not from his head to be above him. Nor from his feet to be walk upon him. But from his side to be equal. Near to his arm to be protected..and close to his heart to be loved.. ohooo~ apa yaa respon Indud kalau aku berkata ini padanya.. ^^

Beri aku waktu empat bulan untuk berfikir. Jawaban akan ada di tanganmu di bulan September! Semuanya.. dulu pernah bilang begitu. Kalo sekarang, insyaallah jawabannya lebih cepat..wkwkwk *deephug

Rindu sekali padahal dengan salah satu kekasih putraku di Kompas. Dia.. Si B satu itu, berusaha mendekatkan diri ke aku. Tapi aku merusaknya karena emosi sesaat. Ah..sedihnyaaa hhuhu kalau ingat saat dia memposting kata-kataku yang ini: “Karena hubungan yang akan dibangun itu adalah Persahabatan seumur hidup, aku memilihmu. Sebagai kakak, partner, teman, panutan, dan suami.. Quotes nya Mommy Shinta Ayu Pratiwi” aku jadi tambah sedih. Ah..aku ga pengen lagi kehilangan orang yang menyayangiku dan mendekatiku dengan tulus..hikshiks

Juga..semoga bisa bertemu denganmu lagi dengan sejuta kenangan, Ramadhan. Aku ingin bisa dan masih punya cukup umur untuk masuk dan beribadah di Ramadhan ini. Kami begitu merindukanmu, Ramadhan. Setelah sepuluh bulan terjalani. Untuk semuanya, mohon maaf
lahir dan bathin..semoga bisa bertemu di Ramadhan 35 hari lagi~

Sangat bahagia beberapa waktu ini setelah sebelumnya benar-benar jatuh. Bahagia itu sederhana, tapi mahal harganya. Dan tidak semua orang punya.. *kalem *sembahsujud

Semua pilihan, ada baik dan buruknya. Demikian pula jalan yang kupilih dulu. Begini. Seperti ini. Ada alasan mengapa, mengapa, mengapa, dan mengapa. Hanya saja alasan pilihan itu tidak cukup tanpa dilandasi keilmuan akan pelajaran akhirat. Juga tidak cukup untuk memenuhi alasan yang orang lain inginkan. Karena memang, jalan yang setiap manusia pilih itu tidaklah sama. Alasan yang dipilih juga tak pernah persis sama. Tidaklah selalu sesuai logika. Begitulah.. Untuk pilihan
yang tidak bisa diterima logika, jalan tidak sejalan dari kita, semoga masih dapat diberikan pengampunan karena alasan kita yang jauh berbeda. Kita memang tidak sama. Tak pernah sama. Dan sekarang, hanya tersisa kata dan doa agar bisa berfikir sedemikian rupa atas hidup dan kehidupan dari Allah ini. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur.. Ah..proses berfikirku yang lambat ini..hhee tapi alhamdulillah Allah kasih buka jalan selambat-lambatnya proses belajarku. Makasihh Yaa Rabb..

Maunya, ya. Dan bahagia. Yah..sesimpel itu. Walaupun masih bukan jawaban akhir, aku berterimakasih atas besarnya kebahagiaan yang sudah kau ulurkan..hari ini, juga nanti. May Allah guide and bless us~ Induud~

Sebagai cewek single, saya merasa cantik. Menikah, pasti makin cantik. Hamil, cantik pakee bangeeet..hhehe #random What a good day~ #JombloMulia wkwkwk

Berat rasanya untuk tidak menoleh ke belakang. Namun, hidup itu menatap yg di depan. Begitu juga cinta.. #eh And most of all, with my very best.. I set you free. Masa lalu mah kecill….. Allah kasih tuh yang namanya rezeki tiada batas. Kalau masih mengeluh soal masa lalu, tendang aja..wkwkwk #ceramahkedirisendiri

Menjaga aurat itu nikmat dunia, terutama
akhirat, yang penting ikhlas..iman itu datang dari hati yang suci dan orang yang menyucikan hati………… Yaa Allah..jadikan hamba seperti ini~ Istiqomah dalam jalan dan kasihMu ini~ Lembut dalam perkataan dan perlakuan~ Ijabahkan Yaa Allah..

Aku terus bertahan karena ingin menjaga dirinya yang sebenarnya rapuh sepertiku, yang brtahan dengan ketegarannya yg
palsu. Karena memang, Yang Maha Kuat itu hanya Allah. Dan padaNya lah kita bergantung..

Segala sesuatu pergi dalam siklus sebab. Hal-hal buruk yang menimpa kita. Hal-hal baik yang berputar di sekeliling kehidupan kita.

Alam yang akan menunjukkan kebenaran dan kesalahan. Apapun yang dikatakan orang, belum tentu itu yang paling benar. Kita harus tetap selalu bersyukur dengan apapun yang kita bisa capai. Kita harus hidup dengan satu tujuan. Kita harus hidup dengan tertawa. Kita harus hidup dengan tekad. Itu sudaaah. Jalankan.

Dan tetiba ingat Ibu Kota. Jakarta mungkin impian banyak orang hingga saat ini. Ibukota yang menawarkan banyak hal. Tantangan, kesenangan, pertaruhan, kemewahan, bla bla bla.. Tapi, tempat dimana air bersih saja begitu berharga, mungkin bagiku bukan tempat yang berharga. Bagaimana denganku? Tidak, terimakasih Aku sudah begitu bahagia dengan tanah BORNEOku ini.. Yaah..walaupun dengan permasalahan tambangnya..aku akan di sini saja. Mungkin dulu pernah ada seseorang yang berarti di sana. Namun, tidak kini.

Aku mau tinggal di Sekumpul saja dengan suamiku. Membagun keluarga Samara. Mencari rezeki. Menuntut ilmu agama lebih mudah. Semoga segera..aamiin~

Dengan penuh cinta, mimpi, dan kesyukuran,
Shinta Ayu Pratiwi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s