Mengapa Kita Harus Menulis?

Entah. Saya juga tidak tahu.

Mungkin harusnya judul tersebut diganti menjadi:

Mengapa Saya Harus Menulis.

Sejak kecil saya sudah diberi teman bisu oleh orang tua saya. Ayah saya. Hingga kini, saya terus dan masih membaca. Kami bukan berasal dari keluarga yang berlimpah. Tapi memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan perut dan lain sebagainya walau tidak berlebih karena semua punya porsinya masing-masing karena keterbatasan keuangan. Namun, orang tuaku masih menyisakan penny nya untuk membeli buku bacaan anaknya. Mereka menumbuhkan minat itu tidak dengan berlebihan. Tiap satu minggu, saya akan menerima majalah karena berlangganan. Majalah Bobo. Terkadang ayah membelikan komik. Jika sedang pergi ke kota, saya bisa memilih buku yang ingin dibeli. Saya ingat betul saat itu saya juga tidak ‘maruk’ saat dibwrikan izin memilih. Semakin bertambah umur, semakin bervariasi juga buku yang dibaca. Dan kadang semakin berkurang buku-buku yang ada di rumah karena teman-teman yang meminjam tak ingat mengembalikannya. Entah dengan atau tidak sengaja lupa. Saat masuk di salah satu PT, aku baru saja merasa ayahku sangat keren. Beliau sudah mencekokiku dengan buku JRR Tolkien saat aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Salah satu dari Triloginya ada di tanganku saat itu. Setelah membaca buku dari ayah yang dibelikan di Pontianak saat beliau bertugas itu, JK Rowling dengan Harry Potter nya pun mengisi otakku. Ada tempat penyewaan buku di dekat rumah. Pemiliknya adalah anak dari salah satu petinggi di perusahaan ayah. Sampai sekarang, ayah terus mengingatkanku untuk sering membaca. Apa saja. Dimana saja. Dan..beliau tak pernah membatasi apa yang kubaca. Media elektronik, buku, majalah, koran, dll dsb.

Hanya, setelah pensiun ayah berkata: “Nanti dulu beli bukunya. Uangnya untuk prioritas yang lain. Baca dari hapemu saja dulu. Ya?”

Ayah memang tidak terlalu gaptek. Beliau tahu ebook dll dsb. Saat di kantor dulu, beliau juga menjadi bagian dari IT di perusahaan perkebunan. Karena itu, beliau memberi saran seperti ini. Aku sudah mempunyai gadged yang cukup bagus untuk menambah ilmu. Jadi tak harus membeli buku.

Dan, alasan tentang mengapa membaca buku, kurasa, tanyakan saja pada hatimu. Mengapa harus dan tak harus.

Itu sama alasannya dengan mengapa saya menulis.

Saya menulis karena ingin menuangkan apa yang saya fikirkan.
Catatan bodoh. Puisi. Postingan. Dan lain sebagainya. Entah. Yang penting menulis. Entah tulisan itu akan menjadi apa.
Saya menulis karena ingin suatu saat membaca apa yang saya tulis. Kadang menagis saat membacanya. Juga tak jarang tertawa dibuatnya. Pun tersenyum simpul saat menemukan beberapa hal yang menggelitik dalam tulisanku.
Saya menulis untuk merasa lebih hidup. Mengingat orang yang dikasihi melalui media maya ini. Saya tak menganjurkan orang untuk membaca tulisan saya. Tidak promote sana sini agar mereka membaca tulisa kita. Juga tak melarang orang untuk berhenti membaca tulisan ini. Jika menemukan manfaat baik, pergunakanlah. Jika tulisannya menyesatkan, lekas tinggalkan.

Rupanya adzan Zuhur. Nanti dilanjutkan lagi. Entah kapan. Mbuh hari opo, pasi dilanjutkan..

Selamat menunaikan ibadah sholat Zuhur untuk wilayah Banjarmasin dan sekitarnya..πŸ˜€


NB Info:

Saya Konsultan Nutrisi. Ingin melangsing sehat atau naik berat badan? Ingin sehat dengan nutrisi terbaik hanya dengan mengganti sarapan?Β Atau ingin penghasilan tambahan?

Whatsapp: 0857.5113.6163

Telp: 0813.5131.5050

Pin BB: 75.618.b78

πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s