Mengajari Lelakiku Berdoa

Si kecil ini sudah berusia lebih dari lima bulan. Sejak menginjak trimester kedua, sebagai ibunya mengajari diri sendiri untuk terus mendoakan orang ketika mendapat kebaikan-kebaikan dari orang lain. Mendapat bantuan sekecil apapun, atau pemberian sekecil apapun. Di trimester kedua ini juga, sebagai ibunya, juga mengajak Ernest berdoa dan mendoakan orang lain bersama-sama melalui mulut ibunya. Saya.

Dulu, saat di tiga bulan pertama, hanya mengajaknya bercerita panjang lebar mengenai hidup dan sebagainya. Tentang pendidikan dan banyak hal yang lain. Yang mungkin dia sendiri tidak faham. Namun, tetap saja kuajak bicara. Namun, lelakiku ini sudah harus belajar berdoa dan mendoakan orang lain. Dituntun untuk menjadi pendorong berupa doa atas kebaikan dan keberkahan bagi rezeki orang lain.

Mungkin di awal memang hanya mendoakan orang yang membantu ibunya dan dirinya yang mendapat rezeki atau kebaikan. Tetapi semakin ke sini, semakin sadar bahwa yang perlu didoakan bukan hanya hal-hal baik yang telah dilakukan orang. Tetapi juga hal yang kurang baik atau kurang benar menurut ibunya dan persepsi masyarakat sendiri. Mendoakan dan berdoa semoga hal baik menjadikannya lebih baik. Ibumu ini sering diberi orang lain kebaikan. Kadang mengajakmu berdoa dan mendoakan dengan mengelusmu dari perut ibu dengan bahasa yang santai.

Misalnya saja, pernah suatu hari hanya ada selembar uang sepuluh ribu di dompet dan recehan di mangkuk receh di dapur. ATM jauh dan tukang sayur lebih sering melewati komplek karena bengkel mertua sedikit menghalangi aktivitas berjualan mereka. Karena itu, penjual sayur tidak terlalu sering berbelok ke komplek kami. Tidak ada motor bebek atau matic di rumah. Hanya ada motor CB dan Land Rover. Tidak bisa mengendarai itu semua. Kemudian, dengan hanya berharap pada rezeki dari Allah, mengajak Ernest untuk berdoa, “Dek, semoga kita ada rezeki ya? Kita doa sama-sama ke Allah. Mudah-mudahan ada makanan untuk kita hari ini entah dari mana berupa sayur dan ikan. Ayo kita minta sama Allah. Ya Allah, kami bingung mau beli sayur dan ikan dengan uang segini. Isi kulkas sudah kosong Yaa Rabb. Semoga percepatan dariMu datang untuk rezeki kami hari ini. Aamiin. Bismillah lah Nak, lah? Semoga kita dapat rezeki berupa makanan siap saji. Buat makan Aabi dan adek. Adek sudah minum Shake tadi toh. Tapi masih lapar kan ya? Aabi masih kerja. Pasar jauh. Ernest sudah besar begini di perut ya Dek. Bismillah. Semoga dipenuhin yaa doa kita, Nak. Aamiin..” begitu ku tuntun lelaki kecil yang sudah bisa menendang-nendang di perut untuk berdoa sambil mengelusnya dari luar dan seolah menatapnya, mengajaknya bicara. Aabi nya sedang di kantor, bekerja. Mungkin memang tidak makan siang di rumah, karena makan siang di kantor. Tapi makan malam pasti kami berkumpul di rumah.

Setelah itu, aktivitas ibu rumah tangga kulanjutkan. Sekitar hampir pukul 12 siang, ada yang memanggil di depan rumah. Pintu rumah kubuka lebar sejak pagi. Dan memang selalu begitu. Ada tetangga yang mengembalikan mangkuk kami dan mengisinya dengan sayur oseng seafood. Alhamdulillah.

Tidak hanya itu, setelah Dzuhur, ibu mertua memberi sayur asam satu mangkuk dan 2 ekor ikan nila bakar. Alhamdulillah.

Kita makan enak, Nak. Makasi Yaa Allah..🙂

“Ya Allah, De. Alhamdulillah ya. Dikasih Acil Ijur sayur, liat? Enak yah. Alhamdulillah. Aabi suka oseng yang begini. Mama tinggal masak nasi aja. Ini liat, dianterin Nini ikan bakar, nah. Sama sayur asem. Asik.. Kita makan banyak nanti malam ini sayurnya dobel..hhehe Alhamdulillah ya De. Rezeki. Ayo bilang dulu makasih sama Allah? Makasih Yaa Allah udah dikasih rezeki. Kami bisa makan enak maghrib nanti..”

Ya. Semoga selalu begitu De ya? Kita sellau berdoa dan mendoakan. Hal baik atau yang kurang baik. Semoga kita juga didoakan orang lain. Dan semoga hal ini bisa menjadi kebiasaan kita ya Nak. Sampe kamu besar nanti, seterusnya. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s