Terhadapmu, Suamiku.

Terhadapmu, Suamiku

Kupanjatkan segala doa

Untuk kebaikan kita di dunia dan di akhirat

Terhadapmu, Suamiku

Kusisihkan waktu-waktu berharga

Untuk mendampingimu

Ketika kau jatuh, maupun sedang berdiri tegak

Atas apa yang dilakukan dunia, terhadapmu

Saat kau tlah pulang, dari masa-masa sibukmu di luar rumah

Terhadapmu, Suamiku

Kulupakan segala lelah untuk mendukungmu

Entah dengan pekerjaan rumah, atau bahkan segala keinginan dunia yang tak tertahankan

Terhadapmu, Suamiku

Aku mengabdi

Terhadapmu, Suamiku

Aku meminta ridho

Agar menjadi istri yang berbakti, istri yang peduli, istri yang selalu membahagiakan hati

Ya.

Hatimu

Bersyukurnya atas adanya dirimu di sisiku

Dengan penjagaanmu

Dengan seluruh kasih sayang dan cinta kasih

 

Untuk hidup kita

Dan rumpun selumur yang tengah bertumbuh dalam rahimku yang selalu kau jaga

Sungguh kebahagiaan itu sederhana

Sungguh kebahagiaan itu terus ada di depan mata

Terima kasih duniaku

Suamiku

 

Kasur Kesayangan Kamar Depan

14 Agustus 2015, 9.54am

Menemanimu tidur setelah semalaman membantu Papih dengan mobil-mobil yang akan digunakan untuk berburu

4 responses to “Terhadapmu, Suamiku.

    • Jadi keluar pertanyaan di kepala, nih. Barometer sukses buat tiap orang itu beda-beda kan ya? ^_^ Bukan berarti sukses itu rumah besar, duit numpuk, mobil sederet, motor bisa gonta ganti, gadged selalu terbaru, dll yang duniawi. Nggak gitu toh? hhehe karena keknya nggak akan bahagia kalo gitu. Mikirnya pasti “gimana kalo ada maling? Awas jambret, awas rampok” wkkkwkwkwk Samakah persepsi kitah Mas Bud? ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s